Kamis, 29 Maret 2018

Mengejar Matahari Terbit di Telomoyo


Jika teman-teman yang lain memilih mobil jeep terbuka agar lebih mudah mengambil gambar dan terlihat lebih keren, saya lebih memilih mobil jeep tertutup. Alasannya sederhana: saya nggak bawa baju hangat yang cukup.

Pagi dini hari itu saya bersama teman-teman blogger, fotografer, dan YouTuber melakukan perjalanan menggunakan jeep menuju Puncak Gunung Telomoyo. Ini kali pertama saya dijamu oleh sebuah hotel yang memberikan fasilitas “naik ke puncak gunung dengan kendaraan bermotor”. Di Bromo saja, setidaknya masih harus mendaki ratusan anak tangga untuk sampai ke puncaknya.

Senin, 18 September 2017

Cerita tentang Bhineka Tunggal Ika

Cerita dari Rumah Katu (dok. Adal Bonai)

Sampai sekarang, terkadang saya merasa takut untuk melakukan solo traveling. Jalan sendirian, berkeliling, di tempat orang, dimana saya nggak kenal satu orang pun. Terlebih lagi saya seorang perempuan, nggak sedikit keluarga dan teman-teman selalu bilang hal yang sama: “cewek itu hati-hati kalo bepergian, nanti ada yang godain, nanti ada yang jahatin, nanti ada yang bla bla bla..”. Tapi sampai sekarang pula, saya selalu percaya kalau banyak orang baik di luar sana. Tuhan akan mempertemukan kita dengan “tangan-tangannya”.

Sabtu, 20 Juni 2015

Yang Tercecer dari Waisak

Borobudur, 25 Mei 2013

"Mau lihat prosesinya?"
"Ndak usah ya, kita dibelakang aja sambil nunggu lampion. Sikonnya begini banget.." Jawab saya singkat setelah kami berjalan - jalan berkeliling pelataran Candi Borobudur yang sudah sangat ramai. Lalu kami mencari spot yang agak jauh dari candi dan kerumunan pengunjung yang sudah standby duduk manis memadati pelataran, disamping - samping mereka tripod - tripod berdiri tegak lengkap dengan kamera berlensa tele dikepalanya. Beberapa kamera sudah terasang flash tambahan, ah pasti kebanyakan dari mereka sedang hunting dalam perayaan Waisak ini, pikir saya.

Minggu, 17 Mei 2015

Bersenja di Parangndog

Matahari begitu terik ketika saya menginjakkan kaki menuju landas pacu paralayang Parangdog, sebuah tebing karang yang menjulang tinggi disisi timur Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Sejak kali pertama saya kemari, saya langsung jatuh cinta pada tempat ini. Mungkin karena ini,


Eh, enggak! Bercanda mah kalau ini :p

Kamis, 05 September 2013

Mencumbu Matahari Terbit di Puncak Gunung Prau

tampak Merbabu dan Merapi jauh disana,

Gunung seribu bukit, begitu kebanyakan orang menyebutnya. Sedikit asing di telinga, bahkan sepertinya tak banyak yang tau bahwa golden sunrise Puncak Gunung Prau tak kalah menarik dengan golden sunrise di Puncak Sikunir yang tersohor itu. Terletak pada ketinggian 2565 mdpl, atau sekitar 700 meter vertikal dari pemukiman penduduk setempat. Berbentuk deretan pegunungan berbukit - bukit dan memanjang, menjadi titik pertemuan antara Wonosobo, Banjarnegara, Kendal, dan Batang. Jika beruntung kita bisa menikmati hamparan sabana bunga daisy yang membentang luas pada bukit teletubiesnya, membentuk taman bunga yang menawan.

Rabu, 21 Agustus 2013

Hospitality From the Heart

desa promsan, di kaki gunung ungaran

Malam itu beliau sedang menonton televisi di salah sudut rumahnya ketika kami datang. Dengan  badan yang sedikit tergopoh karena membawa kulkas berjalan full carrier, kami menyalami beliau.

"Ealah, nggowo opo wae to mas kok nganti ndoyong - ndoyong?"
"Biasa yung, isi kulkas..", kami tertawa sambil mengeluarkan isi tas yang berisi sembako dan kelontong.

Selasa, 20 Agustus 2013

Review Backpack : Deuter Futura Pro 34 SL

Sejujurnya, yang sayang pengen itu Deuter ACT Lite 35+10 SL. Selain modelnya yang kece menurut saya, backsystemnya juga terlihat empuk di punggung. Ukuran 35+10l menurut saya adalah ukuran standart keril untuk seorang perempuan. Tapi ternyata setelah menimbang - nimbang, bertanya dan sempat menimbulkan perdebatan kecil antara saya, Tata, dan Mas Weldas, akhirnya kami memutuskan untuk membeli Deuter Futura Pro 34 SL saja untuk saya.

Deuter Futura Pro 34 SL

Kenapa Deuter Futura Pro 34 SL?