Senin, 18 September 2017

Cerita tentang Bhineka Tunggal Ika

Cerita dari Rumah Katu (dok. Adal Bonai)

Sampai sekarang, terkadang saya merasa takut untuk melakukan solo traveling. Jalan sendirian, berkeliling, di tempat orang, dimana saya nggak kenal satu orang pun. Terlebih lagi saya seorang perempuan, nggak sedikit keluarga dan teman-teman selalu bilang hal yang sama: “cewek itu hati-hati kalo bepergian, nanti ada yang godain, nanti ada yang jahatin, nanti ada yang bla bla bla..”. Tapi sampai sekarang pula, saya selalu percaya kalau banyak orang baik di luar sana. Tuhan akan mempertemukan kita dengan “tangan-tangannya”.

Minggu, 21 Juni 2015

Sabtu, 20 Juni 2015

Yang Tercecer dari Waisak

Borobudur, 25 Mei 2013

"Mau lihat prosesinya?"
"Ndak usah ya, kita dibelakang aja sambil nunggu lampion. Sikonnya begini banget.." Jawab saya singkat setelah kami berjalan - jalan berkeliling pelataran Candi Borobudur yang sudah sangat ramai. Lalu kami mencari spot yang agak jauh dari candi dan kerumunan pengunjung yang sudah standby duduk manis memadati pelataran, disamping - samping mereka tripod - tripod berdiri tegak lengkap dengan kamera berlensa tele dikepalanya. Beberapa kamera sudah terasang flash tambahan, ah pasti kebanyakan dari mereka sedang hunting dalam perayaan Waisak ini, pikir saya.

Minggu, 17 Mei 2015

Bersenja di Parangndog

Matahari begitu terik ketika saya menginjakkan kaki menuju landas pacu paralayang Parangdog, sebuah tebing karang yang menjulang tinggi disisi timur Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Sejak kali pertama saya kemari, saya langsung jatuh cinta pada tempat ini. Mungkin karena ini,


Eh, enggak! Bercanda mah kalau ini :p

Jumat, 02 Januari 2015

Apa yang Paling Kamu Suka dari Perjalanan?


Langkah kaki itu semakin tak terhitung ya? Bersamanya, saya diajak kembali menitih mencari dimana dan untuk apa saya ada.

“kamu tau nggak yang paling aku suka dari semua ini apa?”
“prosesnya,..”

Sabtu, 27 Desember 2014

Untukmu, Pewepeppo..

Siang itu kita sedang duduk di bangku panjang, di teras rumahku. Berhahahihi ria membahas golongan darah seseorang dengan segala macam keunikan sifatnya. Iya, sambil mengutak atik tracking pole hadiah darimu yang tidak bisa dikunci. Bahkan kamu berniat akan mengembalikannya ke tokonya di sebuah kota kecil pada kaki Gunung Sumbing sana.

Obrolan random pun terus berlanjut, diet dan kesehatan kita bahas. Dan kamu bilang kalau ayahmu saat ini punya penyakit jantung karena terlalu sering merokok. Kamu pun kemudian bercerita bagaimana susahnya menghentikan ayahmu terus merokok. Tak semudah seperti ketika ingin nonton di bioskop tiba-tiba.

Sabtu, 27 September 2014

Catatan Foto Perjalanan: Puncak Gunung Prau dari Desa Patak Banteng

Narsis dulu boleh kan yah, sunrisenya Prau ini.

Ajakan trip dadakan itu saya iyakan, walau malam harinya sekitar pukul dua belas malam saya baru tiba di rumah setelah seharian melakukan pindahan dari Yogyakarta. Ah, ini sudah lama memang. Yah maaf baru sempat terpostingkan :p

Rasa penasaran saya tentang sabana bunga daisy yang membentang luas di pegunungan berbukit terbayarkan atas penantian lima bulan lamanya.