Minggu, 15 Desember 2013

Escape to Ambarawa : Benteng Pendem Williem I

Benteng Pendem Williem I, Ford Williem I, Ambarawa

'Mau kemana lagi kita?'
'Nggak tau...'
'Eh tempat apa itu? Kesana aja gimana?'
'Ogah ah. Itu kan lapas. Mau kamu ditembak sama penjaga lapasnya?'
*ngambek*

*lima belas menit kemudian kami tiba di Benteng Pendem Williem*

Mid December


Hi, all. Sudah lama rasanya nggak update blog, bolong - bolong. Lebih banyak update blog tetangga ketimbang blog sendiri.

Untuk beberapa waktu kedepan rasa - rasanya saya akan lebih banyak posting soal foto catatan perjalanan karena belakangan saya lebih sibuk beredar di dalam kota untuk urusan perut ketimbang jalan - jalan. Akhir pekan pun nggak luput dari hantaman rentetan rutinitas. Bahkan rencana saya untuk menulis ebook tentang sisi lain wisata Semarang pun sampai sekarang masih sekedar wacana. Hehe! :p

Tapi apapun, tetep harus disyukuri kan? Kaaaan?! Selamat menuju berakhir tahun yaa, sampai bertemu di tahun depan. Ciaaoooo! :')

Kamis, 14 November 2013

Rabu, 18 September 2013

Kamu Kalau Naik Gunung Makan Apa?


"Terus kalau kamu naik gunung, makan apa disana? Makan rumput sama daun - daunan gitu? Atau binatang hasil tangkepan?"
"... ... ... enggg. Ya enggaklaaaaah..", sampe bingung gimana jawabnya. *sigh*

Kamis, 05 September 2013

Mencumbu Matahari Terbit di Puncak Gunung Prau

tampak Merbabu dan Merapi jauh disana,

Gunung seribu bukit, begitu kebanyakan orang menyebutnya. Sedikit asing di telinga, bahkan sepertinya tak banyak yang tau bahwa golden sunrise Puncak Gunung Prau tak kalah menarik dengan golden sunrise di Puncak Sikunir yang tersohor itu. Terletak pada ketinggian 2565 mdpl, atau sekitar 700 meter vertikal dari pemukiman penduduk setempat. Berbentuk deretan pegunungan berbukit - bukit dan memanjang, menjadi titik pertemuan antara Wonosobo, Banjarnegara, Kendal, dan Batang. Jika beruntung kita bisa menikmati hamparan sabana bunga daisy yang membentang luas pada bukit teletubiesnya, membentuk taman bunga yang menawan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Jogja, Sampai Bertemu Lagi

suatu senja di nol kilometer yogyakarta

Sudah tiba saatnya, Jogja menjadi kota yang berada di ujung persimpangan. Dimana kamu harus berjalan menuju persimpangan selanjutnya.

Seorang pernah berkata, "kamu hanya butuh keberanian untuk menentukan apakah kamu akan tetap setia pada Jogja mu, atau memilih memperluas zona nyaman dengan berjalan lebih banyak di luar sana nduk.."

***

Rabu, 21 Agustus 2013

Hospitality From the Heart

desa promsan, di kaki gunung ungaran

Malam itu beliau sedang menonton televisi di salah sudut rumahnya ketika kami datang. Dengan  badan yang sedikit tergopoh karena membawa kulkas berjalan full carrier, kami menyalami beliau.

"Ealah, nggowo opo wae to mas kok nganti ndoyong - ndoyong?"
"Biasa yung, isi kulkas..", kami tertawa sambil mengeluarkan isi tas yang berisi sembako dan kelontong.

Selasa, 20 Agustus 2013

Review Backpack : Deuter Futura Pro 34 SL

Sejujurnya, yang sayang pengen itu Deuter ACT Lite 35+10 SL. Selain modelnya yang kece menurut saya, backsystemnya juga terlihat empuk di punggung. Ukuran 35+10l menurut saya adalah ukuran standart keril untuk seorang perempuan. Tapi ternyata setelah menimbang - nimbang, bertanya dan sempat menimbulkan perdebatan kecil antara saya, Tata, dan Mas Weldas, akhirnya kami memutuskan untuk membeli Deuter Futura Pro 34 SL saja untuk saya.

Deuter Futura Pro 34 SL

Kenapa Deuter Futura Pro 34 SL?

Rabu, 31 Juli 2013

Kamis, 18 Juli 2013

Elo Progo Art House, Romantisme Pertemuan Dua Sungai

eloprogo art house, magelang.

Hujan semalam menyisakan banyak kubangan lumpur pada jalan setapak yang kami lalui. Tanah becek, rerumputan yang masih basah, gemericik air sungai disamping bangunan, hembusan angin malam. Mereka berkolaborasi menjadi sebuah melodi yang indah. Malam itu saya tidak melihat lihat terlalu banyak. Selepas melepas ransel dari punggung yang mulai kesakitan, tidur adalah pilihan yang tepat.

Rabu, 10 Juli 2013

Tentang Keluarga Kecilku di Masa Depan

Sebelas tahun bukan waktu yang sebentar untuk kami bertemu, dan mengulang kembali.

***

Sudah selarut ini, tapi kamu masih berlarian dalam otak ku. Membawaku terlena dalam bayang sebuah impian tentang keluarga kecil ku di masa depan. Membayangkan sosok mu, yang akan menjadi suami ku, menjadi nahkoda dalam kapal kecil ku, menjadi seorang yang dipanggil ayah oleh anak - anak ku, suatu hari nanti.

Kita akan memulainya tidak jauh dari orang tua masing - masing. Karena kamu tau, aku adalah sosok perempuan manja yang enggan jauh dari ketiak seorang ibu. Begitu pula kamu, pun aku tak akan pula membiarkanmu jauh dari kasih sayang yang tak pernah habis mengalir dari sosok perempuan yang melahirkanmu. Kita memulainya dengan menyatukan dua keluarga, hidup bersama, berdampingan dalam pagar kebahagiaan.

Rabu, 03 Juli 2013

Suatu Pagi di Ranu Kumbolo

suatu pagi, di ranu kumbolo

"Timing kita meleset semua ya bray? Nggak nyangka bakal banyak banget yang mau naik, sampai harus ngantre setengah hari  lebih untuk sekedar mendapatkan surat ijin pendakian.."

***

Selasa, 02 Juli 2013

Cerita Tentang Petak Sawah

Suatu pagi, di Ambarawa.

"Aaaaaaaaaak! Disana banyak kerbau.. Ayo kesana, ayo kesana..", teriak saya kegirangan.

Kamis, 13 Juni 2013

Selasa, 11 Juni 2013

Wiskul : Mie Ayam Tunggal Rasa


Tempo hari saya janji sama seorang teman untuk mengajaknya wiskul, dan mendaratlah kami siang tadi di Mie Ayam Tunggal Rasa di Jalan Ungaran, Kota Baru, Yogyakarta. Kenapa mie ayam? Soalnya lagi bosen makan nasi :p

Rabu, 29 Mei 2013

Ada Rinjani di Semeru

Saya, dan Rinjani ;)

“Senyum dong, kasihan tantenya kalau Rinjani cemberut begitu..”
Terus dia senyum aja gitu pas diajak foto, moodnya langsung njeglak naik aja >.<

Kamis, 23 Mei 2013

Mahameru, Akhirnya!

Mahameru

Satu bagian yang sampai saat ini masih saya ingat dengan jelas, ketika saya berkata kepada diri saya sendiri bahwasannya saya menyerah dan ingin kembali turun kembali ke Arcopodo. Padahal tidak lebih dari seratus - dua ratus meter Mahameru berada diatas pandangan saya.. Pertempuran antara rasa lelah dan keinginan untuk menggapai Mahameru menyita kurang lebih satu jam waktu saya. Iya, selama kurang lebih satu jam itu saya hanya duduk menikmati fragmen matahari terbit. Sunrise terindah saya tahun ini.

Selasa, 23 April 2013

Teruntuk Seorang Sahabat

formasi trio week - week

Akhir dari satu perjalanan, akan berujung pada perjalanan baru di depan sana..

Teruntuk seorang sahabat yang saya temui kurang lebih satu tahun ini, terimakasih telah menjadi salah satu kepingan cerita dalam waktu yang sudah kita lalui bersama..

***

Rabu, 27 Maret 2013

Bimasakti Pertama Kami


"Nduk, bangun dulu yaa. Sini ikut sebentar.."
Suara lembutnya membangunkan saya yang masih menari - nari dalam mimpi.
Malam itu, Ia menunjukkan sekeping rindu yang sudah lama saya nantikan :')

Selama beberapa lama saya mencari malam seperti malam itu, dan tidak pernah satu pun saya dapatkan. Ah, benar! Terkadang kita perlu mencari. Jadi cukup diam, bersyukur, dan menikmati setiap hembusan nafas ini :')

PS : Foto diambil dari landas pacu paralayang, Parangendog, Yogyakarta

Jumat, 22 Maret 2013

Bersabana di Merbabu

matahari terbit di gunung merbabu

Pagi yang cerah. Mata saya berbinar, berkaca – kaca melihat hamparan awan dan kabut yang menggulung – gulung menyelimuti kota dibawahnya. Membentuk layer – layer sederhana kesukaan saya.. Di selatan, merapi berdiri dengan gagahnya. Terlihat New Selo sangat kecil dari pandangan, juga pasar bubrah yang mengingatkan saya akan pendakian merapi dua bulan silam. Sedangkan di utara sana, puncak trianggulasi dan kenteng songo mulai melambai kepada kami.

Jumat, 15 Maret 2013

Berjalan Melawan Batas, Merbabu


Masih teringat jelas ketika kedua tangan saya mulai berbintik merah karena kedinginan, padahal saya baru berjalan sekitar seratus-dua-ratus-meter dari gerbang pendakian. Juga ketika hujan deras sore itu dengan kuatnya merobohkan saya. Saya jatuh tersungkur, kaki saya marah enggan diajak meneruskan perjalanan, saya tertunduk lemas disebuah tanjakan terjal selepas watu tulis. Saya menegakkan kepala, melihat keatas betapa masih jauhnya ujung yang akan saya capai, sedangkan saat itu saya merasa tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan. Padahal jika saya terus diam ditengah hujan badai, saya bisa saja terserang hipotermia.

Jumat, 08 Maret 2013

Disebuah Bukit, Menanti Matahari

foto : detart

Tak ubahnya malam yang selalu ditunggu para pengagum bintang dan bulan, pun matahari punya pengagum yang selalu menanti ketika ia datang. Gesekan sang bayu dengan para pohon yang kokoh berdiri di depan kami itu begitu bergemuruh, membawa dingin yang menusuk hingga tulang rusuk, dan sesekali ia mengajak temannya, kabut, untuk ikut menyerang semangat kami yang masih bertahan menanti. Melumpuhkannya hingga salah seorang dari kami pun berkata, “Tambah dingin, ayooo kita tidur. Kita nggak akan dapet sunrise..”

Kamis, 28 Februari 2013

Bersahabat dengan Ombak

Bersahabat dengan Ombak
Sebenarnya banyak yang akan saya tuliskan tentang jelajah empat pantai dalam dua hari itu, mungkin lain waktu ;)
~ menikmati pelangi di depan pandangan!

Jumat, 15 Februari 2013

Bandung Semalam, Berkelana di Bosscha

Sore hari sebelum naik kereta, bikin beginian. Banyak banget tujuannya :))
Bulan Oktober tahun lalu, saya diberi kesempatan mengejar harapan di Kota Kembang, Bandung. Ceritanya sambil menyelam minum air, saya sebentar jalan – jalan ke Observatorium Bosscha di Lembang sana. Dengan ndak mikir panjang, saya keluar dari penginapan di Jalan Soma, Kiara Condong pukul 08.30, padahal belum ada dua jam saya tiba di Bandung. Saya juga belum mendapat email balasan dari pengelola Bosscha, kapan saya diijinkan untuk berkunjung kesana, ah nekat saja pikir saya. #BFact hehe :p

Rabu, 13 Februari 2013

Ditemani Hujan di Candi Cetho

berundak :..

Dering ponsel membangunkan saya pagi itu, oh ternyata dari Kak Oliph. Tiga puluh menit lagi dia akan menjemput saya. Ya, kami dan beberapa kawan yang baru kali pertama saya temui akan melakukan perjalanan kecil ke Candi Cetho yang terletak di Kabupaten Karanganyar. Perjalanan dari Solo cukup panjang, hampir tiga jam plus kami menyantap Timlo khasnya Solo itu. Berhahahihi ria rupanya cukup ampuh untuk mengusir kebosanan selama perjalanan.

Senin, 04 Februari 2013

Merapi: Biru yang Sebentar


Pendakian kami lanjutkan, Mas Oki bilang trek yang paling sulit adalah dari patok satu ke patok dua. Dan benar saja, jalan yang kami lewati bebatuan dengan kemiringan hampir enam puluh derajat. Sedikit – sedikit saya berhenti, beristirahat dan mengambil beberapa gambar yang enggan saya lewatkan. Cuaca begitu bersahabat pada jam itu. Saya, Tata, Toyib, dan Ayad berada dibelakang berjalan sangat santai. Sedangkan Mas Oki, Bambang, dan Senna di depan. Mereka seperti sudah biasa berjalan di trek yang seperti itu, entahlah. Saya ndak bisa mengimbagi para lelaki petualang itu.

Jumat, 01 Februari 2013

Basic Photography : Panning

f/4, 1/8sec, iso 100, 50mm Fix, tanpa tripod.
Jadi ceritanya saya lagi iseng di sekitaran Jalan Malioboro, lalu belajar panning ini walau hasilnya masih ala kadarnya.

Merapi: Bersama para Pikniker


Sang bayu bertiup cukup kencang membawa butiran air yang menjelma menjadi kabut. Dari kejauhan nampak pemandangan kota dengan kerlap kerlip lampu layaknya gugusan bintang di langit sana. Di sisi timur terlihat kilat berwarna merah menyambar nyambar dengan begitu kokohnya, tepat disamping Merbabu yang hampir tidak tampak karena tertutup awan pekat. Itulah malam indah saya bersama ke tujuh kawan dalam perjalanan menuju puncak Merapi, Mars-nya Bumi.

Kamis, 31 Januari 2013

Merapi: Menuju Perjalanan



Sudah lama saya tidak bercanda dengan alam, hingga akhirnya saya memutuskan ikut kawan lama untuk melakukan pendakian kecil ke Merapi. Merapi, salah satu gunung teraktif di Indonesia. Tahun 2010 lalu, dia memperlihatkan kegagahannya. Setidaknya 165 korban jiwa meninggal dunia dalam perstiwa itu. Saya pun sempat bergidik ngeri membayangkan saya akan melakukan pendakian kecil kesana.

Jumat, 18 Januari 2013

Museum Sonobudoyo, Yogyakarta


"Untuk berapa orang mbak?", Tanya mas - mas penjaga loket museum. "Satu aja mas.."
"Loh sendiri aja nih, dari mana emang?", Tanya si mas - mas lagi.
"Iya mas, saya sendiri aja. Dari Semarang lagi neduh nih diluar hujan. Hehe..", sahut saya sambil ketawa lebar.
"Oh, ini mbak tiketnya satu ya. Tiga ribu rupiah aja.. Mau pakai guide nggak? Gratis dari kita?", tanya mas - mas itu lagi, sambil mengulurkan selembar tiket masuk museum.
"Oke. Boleh.."

Minggu, 06 Januari 2013

Puncak Pertama


Meski saya dulu sempat tergabung sebagai pupuk bawang di mapala kampus, saya belum pernah sekalipun menggapai puncak saya semasa kuliah. Terlalu banyak alasan untuk tidak mendaki, terutama soal fisik dan ijin dari orang tua. Bersama seorang teman baik hampir setiap minggu kami hiking di kaki Gunung Ungaran untuk melatih fisik saya. Tahun 2012 saya memberanikan diri ikut dengan teman – teman baru yang temui dikantor untuk menggapai puncak Gunung Ungaran, puncak pertama saya di 2050 mdpl..