Jumat, 18 Januari 2013

Museum Sonobudoyo, Yogyakarta


"Untuk berapa orang mbak?", Tanya mas - mas penjaga loket museum. "Satu aja mas.."
"Loh sendiri aja nih, dari mana emang?", Tanya si mas - mas lagi.
"Iya mas, saya sendiri aja. Dari Semarang lagi neduh nih diluar hujan. Hehe..", sahut saya sambil ketawa lebar.
"Oh, ini mbak tiketnya satu ya. Tiga ribu rupiah aja.. Mau pakai guide nggak? Gratis dari kita?", tanya mas - mas itu lagi, sambil mengulurkan selembar tiket masuk museum.
"Oke. Boleh.."

Museum Sonobudoyo terletak di seberang alun - alun utara Yogyakarta. Bisa di jangkau dengan bus trans jogja yang berhenti di Halte Malioboro 3, lalu dilanjut becak atau jalan kaki sekitar 10 menit dari halte. Museum ini sebetulnya ada dua lokasi, yang saya kunjungi ini adalah unit yang pertama. Karena sudah sore, saya nggak sempat mampir ke museum unit dua yang letaknya nggak jauh juga dari unit pertama. Petanya bisa di klik disini.

Melewati sebuah pintu yang cukup lebar saya di bawa oleh Mas Indra, guide saya, ke ruang pengenalan. Di ruangan ini ditampilkan beberapa koleksi yang nanti bisa kita lihat di ruangan - ruangan selanjutnya. Ada patung Dewi Sri, genta atau gong, bahkan ranjang yang katanya melambangkan kesuburan yang diletakkan persis di depan pintu masuk ruangan ini.



Ke ruangan kedua, beraada di sebelah kanan ruangan pertama berisi koleksi prasejarah. Banyak koleksi benda - benda jaman batu dan replika kerangka manusia yang dikubur dalam kubur batu. Dari banyaknya koleksi yang ditampilkan, ada sebuah patung kepala Dewi Sri yang dikenal sebagai tokoh pelindung pertanian dan lambang kesuburan. Patung ini di lapisin emas, tapi sayangnya patung yang di pajang hanya replika karena patung yang asli hilang dicuri oleh entah siapa.


Ruangan selanjutnya adalah ruang pengenalan jaman kerajaan hingga islam ke indonesia. Kolesinya cukup banyak, termasuk ada koleksi jaman kerajaan islam yang terpengaruh oleh budaya Cina. Ada beberapa contoh tulisan dengan huruf sansekerta yang ditulis di daun lontar. Sukses saya nggak bisa membacanya karena memang nggak bisa :p



Gubraaaaak! Suara pintu yang menjeblak sendiri itu mengangetkan saya. Saat itu saya dan Mas Indra baru saja melewati pintu yang menghubungan ruang ke tiga ke ruang batik. Suasana sedikit mistis, entah kenapa. Saya pun enggan berlama - lama, setelah memotret beberapa koleksi saya mengajak Mas Indra untuk langsung bergeser ke ruangan disebelahnya.


Diruangan batik ini terpampang koleksi batik dengan motif tertentu yang pada jaman dahulu hanya boleh di pakai pada acara tertentu oleh orang - orang yang punya kasta tinggi. Karena pergeseran waktu, semua orang boleh menggenakan motif tersebut sekarang.

Saya bergeser ke ruangan disamping kiri. Isinya koleksi wayang, wayangnya lucu - lucu. Ada ruangan khusus topeng dari beberapa daerah, juga miniatur rumah joglo jawa jaman dahulu yang komplit dengan lumbung padi dan kandang hewan ternak. Sebelum ruangan terakhir ada ruangan yang isinya semua benda logam. Mulai dari alat makan yang terbuat dari logam, hingga tempat penyimpan perhiasan yang super unik.


Memasuki ruangan terahir ini, saya dibuat bernostalgia dengan beberapa mainan tradisional yang digantung berjejer di samping kiri pintu. Di ruangan ini juga ada beberapa patung dari berbagai pulau di Indonesia diantaranya Kalimantan dan Bali.


"Museum ini memang sepi ya mas? Tiap hari pengunjungnya gini - gini saja?"
"Iya mbak, saya sendiri baru tiga bulan disini. Dan memang sepi sih, kayaknya minat masyarakat untuk kunjungan ke museum itu nggak banyak. Paling ramai kalau ada kunjungan rombongan saja mbak..", Mas Indra menjelaskan dengan panjang lebar.
Saya hanya diam, lalu berpikir gimana caranya museum itu menjadi tujuan wisata yang menarik masyarakat lokal terutama. Ah, saya buntu.. Lalu saya pamitan dan berterimakasih sama Mas Indra yang sudah menjadi guide saya selama hampir satu jam saya berkeliling.

"Oya mbak, kapan - kapan kalau kesini lagi sempetin lihat pertunjukan wayang ya mbak. Jam-nya dari jam delapan sampai sepuluh pagi, kecuali hari minggu sama hari libur.."
"Ohh.. Iya, tapi nggak janji ya mas soalnya pas hari kerja, saya kan magang jadi nggak bisa kemana - mana jam segitu..", Saya nggak mau janji, tapi kapan gitu pengen juga ke museum unit dua sama lihat pertunjukan wayangnya. Seru kayaknya :)

Mengunjungi museum ini sebenarnya target tahun 2010 saya, saat ada tahun kunjungan museum. Sayangnya saya baru sempat datang di akhir tahun kemarin. Yaudah nggak apa deh, selama saya di Jogja ini saya masih pengen ngunjungin semua museum yang ada di Jogja ini. Saya masih pengen banget ke Ulen Sentalu, sayangnya lumayan jauh dari Jogja dan angkotnya kesana agak susah :p

Foto lainnya bisa di lihat di picasaweb saya yaah ;)
Yuuuuuuuuk! Semoga tahun 2013 ini bisa jadi tahun kunjungan museum ^^

7 komentar:

  1. Good Job my lil' sista... :)
    Keep writting on... ^^

    BalasHapus
  2. jalan terusss,,,teruuussss jalannn,,,,





    -kw-

    BalasHapus
  3. @andang : wokai kakaaaak ;)
    @kw : kalau berani ikut jalan sini :p

    BalasHapus
  4. oh dalemnya ternyata begitu ya...wahh
    next coba musium drgantara mba :))

    BalasHapus
  5. aku dulu udah pernah masuk museum dirgantara mas, pesawat kan ya isinya.. dulu tapi, jaman masih SD :D

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')