Rabu, 13 Februari 2013

Ditemani Hujan di Candi Cetho

berundak :..

Dering ponsel membangunkan saya pagi itu, oh ternyata dari Kak Oliph. Tiga puluh menit lagi dia akan menjemput saya. Ya, kami dan beberapa kawan yang baru kali pertama saya temui akan melakukan perjalanan kecil ke Candi Cetho yang terletak di Kabupaten Karanganyar. Perjalanan dari Solo cukup panjang, hampir tiga jam plus kami menyantap Timlo khasnya Solo itu. Berhahahihi ria rupanya cukup ampuh untuk mengusir kebosanan selama perjalanan.

diperjalanan, perkebunan teh disambut kabut tebal

Di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dengan kokoh Candi Cetho berdiri di lereng Gunung Lawu. Jalanan begitu berkelok naik dan turun, sekali mobil yang kami tupangi berhenti dan terpaksa semua penumpang berjalan kaki menuju lokasi candi. Rejeki kami juga sih, untungnya jarak menuju ke Candi sudah ndak jauh lagi.

berudak dari atas, selepas hujan

sesaji

patung ..

arang, sisa sesaji

candi, mengarah ke barat

Candi Cetho merupakan peninggalan pemerintahan Kerajaan Majapahit, bercorak Candi Hindu. Selain sebagai tujuan wisata, sampai saat ini Candi Cetho masih digunakan oleh penduduk sekitar yang beragama Hindu sebagai tempat beribadah. Dikelilingi oleh perkebunan teh sejauh mata memandang, damai sekali. Dan, rejeki kami lagi kali ya. Sesampainya di Candi Cetho cuaca berbalik, hujan dan angin kencang menyapa kami. Walau ndak bisa puas berjalan mengelilingi candi, tapi gambar yang ditangkap kamera sudah lebih dari cukup. Nuansanya berbeda dengan ketika cuaca sedang cerah, hehee. Saya pun cuman bawa lensa fix yang paling enteng ditenteng kemana2, jadi gambar yang terekam oleh kameran saya ndak selebar milik yang lain. Heheuuuu..

air terjun kembar

adalah kami, tim horeee :D

Oiya, berhubung cuaca ndak mendukung, rencana terusan ke Candi Sukuh yang ndak jauh dari Candi Cetho ini kami batalkan. Next, saya pengen balik lagi kesana. Ke Candi Cetho & Sukuh, juga air terjun kembar yang entah apa namanya itu. Ditutup dengan makan malam dengan menggelar tikar di depan sebuah masjid yang terletak ditengah hamparan perkebunan teh, Alhamdulillah. Thanks for beautiful trip, *ketcup mbak2 satu2, pancal mas2 satu2* :))

Tulisan lain bisa dilihat di blog Alan, disini dan Anno disini :)

10 komentar:

  1. banyak dolan ternyata ya saya? *gigit jari*

    BalasHapus
  2. dingin yak...
    mbak evi tambah siset sekarang

    BalasHapus
  3. wow pakai kompas di aipon. Wah sama temen-temen teamtuoringnya mas Anno ya mbak ke sana

    BalasHapus
  4. @slams, hahahak. tak andakke mbak evie lho :p
    @dafhy, iyaa. itu kenalan kali pertama sama mas anno dkk :D

    BalasHapus
  5. kompasnya bener ga tuh..
    aku cm pengen melihat kebenaran dan keganjilannya hihihi..
    baca dari sebuah buku sih :d

    BalasHapus
  6. Selagi muda banyakin traveling sama teman-teman. Nanti akan jadi kenangan indah. Trim buat postingnya.

    BalasHapus
  7. @Power, hiihiihh.. Mumpung masih single :p

    BalasHapus
  8. @Anno : eh, menghadap ki mengarah ke puncak candi atau hamparan perkebunan? itu barat mengarah ke hamparan perkebunan xD

    BalasHapus
  9. kapan kemari lagi.. sukuh belom loh :D

    BalasHapus
  10. nunggu musimnya agak bagus ya kakaaak alan :3

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')