Jumat, 08 Maret 2013

Disebuah Bukit, Menanti Matahari

foto : detart

Tak ubahnya malam yang selalu ditunggu para pengagum bintang dan bulan, pun matahari punya pengagum yang selalu menanti ketika ia datang. Gesekan sang bayu dengan para pohon yang kokoh berdiri di depan kami itu begitu bergemuruh, membawa dingin yang menusuk hingga tulang rusuk, dan sesekali ia mengajak temannya, kabut, untuk ikut menyerang semangat kami yang masih bertahan menanti. Melumpuhkannya hingga salah seorang dari kami pun berkata, “Tambah dingin, ayooo kita tidur. Kita nggak akan dapet sunrise..”

Malam terasa lebih panjang, kicau burung – burung hutan sesekali terdengar membuat bulu kuduk kami bergidik ngeri. Jangkrik dan Gareng pun tak mau kalah. Sahut menyahut seolah mereka berbicara dan memberi isyarat kepada kami, “Jangan tidur dulu kawan, kamu cukup menunggu sebentar lagi, bersabarlah..”. Jemari hampir tidak bisa merasakan apa – apa, “ah tanganku mati rasa!”, Celetuk saya yang masih berusaha mengusir dingin.

Tidak ada yang dapat mengendalikan semesta, kecuali penciptaNya. Menjelang kepada fajar, sang bayu menyapu gumpalan – gumpalan awan hitam yang sedari malam menyembunyikan kerlap kerlip bintang. Disapunya tanpa tersisa, seolah ia ingin membayar kegelisahan para manusia yang setia menanti datangnya fajar.

“kerlip bintangnya seperti nyala lampu pada etalase toko ya?”
“tidak, yang ini jauh lebih indah kali..”

Hingga yang paling dinantikan tiba, ia memunculkan sedikit demi sedikit sinarnya. Dengan gagahnya, tapi sedikit malu – malu. Tuhan memang arsitek terhebat ya? DibuatNya setiap detik itu menggetarkan hati. DibuatNya setiap detik itu tidak pernah berhenti mengucap syukur. Dan pandangan tak lepas sedikit pun, dari sang fajar. Dengan mata, sensor tercanggih yang ada di semesta ini, semua itu terekam dengan manisnya. Sisanya, hanya ini yang kami punya..

menunggu matahari  itu semacam memungut satu dua potong kedamaian yang tercecer ya? :p
ia, dengan cantiknya..
Ilalang pun turut menari :')
foto : detart
Waktu adalah nafas yang tidak bisa kembali :')
foto : detart

Terimakasih untuk pagi yang indah, bersama Deta Widyananda

4 komentar:

  1. woh jepretan master membahana *mlayu*

    BalasHapus
  2. hoooh setuju sama kak anno :))

    BalasHapus
  3. keren y jepretannya deta :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')