Selasa, 23 April 2013

Teruntuk Seorang Sahabat

formasi trio week - week

Akhir dari satu perjalanan, akan berujung pada perjalanan baru di depan sana..

Teruntuk seorang sahabat yang saya temui kurang lebih satu tahun ini, terimakasih telah menjadi salah satu kepingan cerita dalam waktu yang sudah kita lalui bersama..

***

Pagi itu, matahari masih malu - malu menampakkan diri. Saya pun enggan beranjak keluar rumah, sedikit tidak semangat.. Diantar seorang lelaki yang selalu setia menemani saya hampir dua puluh empat tahun ini, saya pun akhirnya terpaksa duduk diantara deretan para pejalan lain yang sedang menunggu angkutan mereka..

'Sudah di travel, Dek?'
Pesan masuk di wasap saya itu ternyata darinya. Obrolan kami berlanjut seperti biasa, berhaha hihi ria. Hingga kembali, kami terjerumus ke obrolan serius yang sedikit berat untuk saya, mungkin juga ia. Begitulah saya, begitulah ia, kalau sudah ndabrul bahasannya bisa kemana – mana dan kadang ndak bisa mandek. Kecuali kalau dia sedang nyastra di notepad++ kesayangannya, pun saya cuman bisa nyengir menunggu waktu yang tepat untuk ngeriwilin. Haha.. Bakalan rindu banget nggangguin dia kalau lagi serius nyastra gitu nih keknya.. Tapi saya yakin dia bakalan lebih rindu ngobrol random dengan topik yang sering lompat - lompat sama saya, huhahhaa.. Kepedean :p

Ia, sosok lelaki yang ramah, kalem, tapi kalau sudah gojekan ya kadang nggak warasnya keluar. Dan suka bikin bete gemes gitu.. Haha.. Dan, baik! Semua orang punya sisi baik dan buruk, begitu juga dengannya. Tapi kadang ia kelewat baik sih, sampai sering banget diriwilin saya pun masih memilih untuk bersabar :p

Ia, sosok lelaki yang tekun, selalu ingin tahu, dan kadang random. Mungkin karena tergabung di paguyuban AB kali ya? Entahlah. Ia juga menjadi sosok yang ndak pernah bosen berbagi dengan saya, atau siapa pun untuk hal – hal kecil sekali pun. Hal yang paling nyenengin adalah ketika cengcengin dia waktu dia deket sama seorang perempuan. Digodain dikit langsung salting gitu, terus memerah wajahnya.. Huahahha! :D Semoga segera dipertemukan dengan jodohnya ya Mas, entah di Semarang, entah di tempat yang baru. Hihiiihhii

Kami bersabahat dengan ketulusan dan kejujuran, semoga selalu begitu ya Mas? :’) Kalau ada yang ndak disuka dari saya, misal sikap dan perkataan saya yang ndak ngenakin buatnya, dia bilang. ‘Aku sebel sama kamu, Din..’ Biasanya begitu ia katakan, dan kalimat itu harus dicerna oleh diri saya bahwasannya, ‘Hey, bercandamu kelewatan..’  Lalu kami saling meminta maaf gitu, whollaaaaah! Lucu kadang ngingetnya, hahahaa..

Lebih dari itu semua, ia secara tidak langsung ikut menyadarkan saya bahwasannya, hidup itu tidak hanya harus nerimo. Hidup itu juga berjuang, kira – kira begitu.

‘Aku cuman pengen kamu fokus, fokus sama tujuan awalmu, jangan mudah kepengaruh ini itu..’

Sebaris kalimat muncul dari window chat gtalk saya disuatu senja. Menyadarkan bahwa saya telah ‘membuang’ waktu yang baru saja lewat hanya untuk berpikir dan memikirkan saja. Detik ini, yang selanjutnya hanya menjadi masa lalu. Ia tau betul apa yang saya inginkan, dan masih saja sebel dengan saya, karena saya ndak segera move on menjalani apa yang benar – benar saya inginkan.. Ia, sosok yang ndak pernah bosen buat ngingetin saya untuk fokus pada apa-yang-saya-inginkan..

Juga selalu mengingatkan saya, untuk selalu berdamai dengan masa lalu. Meski selama ini saya ndak banyak curhat soal gimana saya sempat terseok - seok menjalani hidup yang berproses ini, tapi sepertinya ia tahu apa yang saya rasakan.

'Berdamailah dengan masa lalu, karena itulah garis waktu yang ditunjukkan oleh Tuhan supaya kita belajar memahami tentang kehidupan..'

Saya masih ingat betul ketika kami ngobrol dan membahas soal keluarga. Dimana ia bercerita tentang almarhumah Ayahnya. Bagaimana ketika itu ia akan menjalani sidang skripsi, dan tiba – tiba mendapati kabar duka dari Ibunya. Ia, tidak sempat menemani sang Ayah disaat terakhir. Saya ndak bisa mbayangin bagaimana rasanya. Dan dari situ, saya tahu alasan mengapa tinggal di Semarang itu menjadi pilihan utama. Ia tidak ingin mengulangnya,.. Pun, saya Mas. Makasih banget yaa, hal seperti ini ndak se-simple yang kebanyakan orang pikirkan. Untuk saya hal - hal seperti ini justru yang mengetuk hati. Hehe..

***

Masih di pagi yang sendu itu. Ditempat yang berbeda, ia duduk dideretan bangku - bangku yang berjajar panjang, dikelilingi oleh yang berlalu lalang sambil membawa tas - tas besar. Mengamati sekelilingnya, menyaksikan banyak orang turun dari gerbong - gerbong yang lusuh, entah mereka tiba dirumah, atau tiba pada tempat mengadu nasib. Ia sedang menunggu kereta yang akan membawanya ke ibu kota. Membayangkannya, mengingatkan saya tentang percapakan kami dua bulan silam.

‘Kalau aku yang ninggalin kantor duluan sebelum kamu gimana Din?’
‘Bukannya itu bagus, Nda? Artinya kamu sudah mendapatkan yang lebih baik dari yang disini..’
… … …

Mungkin saat itu kita bingung harus merangkai kata seperti apa, ya? :’)

Nguuuoooooong! Suara sirine kereta api menandakan keberangkatannya. Ah, ini bukan perpisahan, kami masih akan saling bertemu nanti. Tetep saling mendoakan ya Nda, semoga keputusan yang sudah diambil membawa kebaikan yang semakin berlimpah, dan semoga sebulan lagi kembali ke Semarang, penempatan di Semarang! Amin.. Jangan lupa ya kalau punya jadwal hangout sebelum jam enam pagi.. ;)

***

‘Tau ndak Nda? Waktu rasanya cepet banget berlalu ya..’

‘Waktu emang rasanya cepet banget berlalu, tapi nggak ada kata terlambat. Waktu bisa jadi sahabat kita, kalau bisa manfaatin dia. Tapi juga bisa jadi pedang kalau kita menyiakannya.. ’

‘Life must go on, Dek.. See yaa Dinda..’

***

Dan semoga, satu kepingan cerita itu akan habis tepat pada waktunya nanti yaa Mas Andang :')

nulisnya sambil glundungan di kamar kos tadi pagi, campur mewek, huwaaaaaaaaa

16 komentar:

  1. Jadi, siapakah dinda itu? :p
    *glundungan*

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. bang es nggak maho kan? *ini serius nanyak*

      Hapus
  3. Hmm.. jadi moyen curhat lagi nih ceritanya? :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetep terselip curhatan yah? :)) *glundungan*

      Hapus
  4. jiyeeeeee ....akhirnya surhat :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. sodorin gopro biar diem.. hahaaa :p

      Hapus
  5. berbagi waktu...
    berbagi kisah...
    dan impian... :)

    Thanks for posting...
    Semoga saling menginspirasi ya dek... ^^

    BalasHapus
  6. tak kiro meh ngomong:
    Semoga saling ...... ya dek.. #sinyalilang

    *gandeng airyz, jeburke ember*

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')