Kamis, 23 Mei 2013

Mahameru, Akhirnya!

Mahameru

Satu bagian yang sampai saat ini masih saya ingat dengan jelas, ketika saya berkata kepada diri saya sendiri bahwasannya saya menyerah dan ingin kembali turun kembali ke Arcopodo. Padahal tidak lebih dari seratus - dua ratus meter Mahameru berada diatas pandangan saya.. Pertempuran antara rasa lelah dan keinginan untuk menggapai Mahameru menyita kurang lebih satu jam waktu saya. Iya, selama kurang lebih satu jam itu saya hanya duduk menikmati fragmen matahari terbit. Sunrise terindah saya tahun ini.

Saat itu saya memilih duduk diam, menikmati, dan sejenak memikirkan kemana kaki ini akan melangkah selanjutnya, meneruskan lima jam perjalanan yang sudah berlalu atau kembali ke Arcopodo? Akan tetap setia pada Jogjakarta, atau… Entahlah.. Pun, tidak seperti biasa, saat itu saya memilih tidak mengeluarkan kamera sama sekali untuk mengabadikan moment matahari terbit. Saya hanya ingin duduk diam, sejenak mengobati rasa lelah saya..
Karena terkadang, kita hanya perlu menikmati bukan? :’)
Di depan mata, lautan awan bergulung – gulung dengan indahnya. Bromo mulai terlihat menguning terkena pantulan cahaya matahari. Gradasi warna putih – kuning – orange – ungu – biru berpadu menjadi satu melebihi indahnya pelangi. Saya bahkan tidak bisa mendeskripsikannya disini betapa Tuhan melukis alam begitu sempurna. Silakan datang dan rasakan magisnya menikmati moment matahari terbit dalam perjalanan menuju Mahameru yaaa..

“Kapan lagi mbak kalau nggak sekarang?! Mumpung wes cedak ki, yoooh ndang mlaku meneh..” Kata Chyntia yang pagi itu masih bersama saya, Tata, dan Danang berada di barisan belakang pendakian tim kami.

Berbodong - bondong. Hari itu katanya sekitar seribu orang naik ke Mahameru. Foto : Piknik Alam

Akhirnya ego saya pun luluh, alon – alon asal kelakon prinsipnya.. Kami kembali mengarungi batu dan pasir menuju Mahameru, tiga langkah mendaki, merosot satu hingga dua langkah kebawah. Sungguh ‘takjub’ saya dengan trek batu berpasir yang saya lewati ini, seakan nggak ada habisnya. Sejak pukul satu malam melewati batas vegetasi terakhir, saya belum juga menemukan ujung dari perjalanan ini.

Tidak hanya tenaga yang terkuras, mental pun tak kalah drop. Beberapa kali saya diliputi bimbang ingin kembali turun ke Arcopodo. Ah, tapi sekali lagi sayang. Saya sudah berjalan terlalu jauh. Perjuangan saya akan sia – sia kalau saya kembali begitu saja. Ah, tapi kaki saya sungguh lelah.. Belum lagi mata yang semakin mengantuk..

“Kita turun aja ya? Aku wes kesel banget. Sumpah aku rak kuat.. Palsu, katanya setengah jam lagi nyampe atas.. Ngapusi, ket mau rak tekan – tekan.. Setengah jam terus bilangnya..! Ndak – ndak lagi aku naik kesini, kapok tingkat dewa!” Gerutu saya.

“Wooo.. Tadi disuruh nggak usah ikut muncak nggak mau, malah ngeyel. Ini wes susah – susah tekan kene arep meduk ngono wae? Enak wae, tak glundungke tekan ngisor kapok.. Pokokmen kudu tekan nduwur ah..” Ia kemudian meraih tangan saya, dan menyeretnya perlahan. Begitu caranya menyemangati saya.. Huahaha :p

“Mari mbak, ikutan sini seru – seruan.. Biar capeknya nggak nggak begitu kerasa..” Sapa salah seorang teman yang baru saja saya kenal pagi itu, mereka teman - teman Mas Oki. Tapi sayang, saya lupa namanya, hahaha.. Saya yang mengiyakan, kemudian berpegangan pada webbing yang berpangkal pada sebuah kayu, ditahan oleh salah satu dari mereka. Pendakian saya lanjutkan dengan bertahan di webbing itu.. Sumpah, moment seruan – seruan itu asik banget. Capek jadi nggak begitu kerasa, tapi ya malah tambah haus karena kebanyakan ketawa. Sedangkan persediaan air hampir habis. Bahkan sepertinya tidak cukup untuk turun.. Akhirnya seru – seruannya bubar jalan setelah salah seorang mengupas sebuah jeruk dan membagi – bagikannya. Satu orang cuman dapet satu suwir, tapi yaa nikmatnya sungguh luar biasa. Ah, seandainya di Mahameru ada abang – abang gerobak buah, atau abang – abang gerobak es lilin.. Hiks

Main tarik - tarikan pakai webing. Foto : Danang


Sebentar – sebentar saya berhenti, baru jalan lima menit, restnya sepuluh menit. Hahahaa.. Beruntung ada Tata yang selalu menemani saya kala itu. Disaat teman – teman yang lain sudah nggak tau pada kemana.. Lima belas meter dari Mahameru rasanya jadi tambah lama, perlu setengah jam untuk benar – benar sampai.. Kwakwaaa.. Sumpah ini saya siput banget jalannya, sampai diatas udah hampir setengah sembilan pagi.. Kalau di total dari mulai jalan berarti delapan setengah jam dari Kalimati sampai Mahameru :p

*joget ala siput*

"Ini Mahameru?" tanya saya..


Chyntia yang diseret sama Danang. Foto : Danang






Mahameru, akhirnya! :)

Walau pada saat pendakian saya tidak mentargetkan bisa sampai Mahameru, tapi saya bersyukur bahwasannya Mahameru telah menjadi satu bagian cerita hidup saya dengan segala suka - dukanya. Dan, semua ini bukan soal seberapa tinggi tanah yang pernah kamu injak atau seberapa banyak gunung yang sudah kamu taklukkan. Ini tentang bagaimana belajar mengenal diri sendiri, membangun mental yang kuat, mengalahkan ego, berjuang, berbagi, mencintai alam, dan tentunya bersyukur kepada Sang Pencipta :')

Karena sesungguhnya, tidak ada ujung dari sebuah perjalanan :')

16 komentar:

  1. Eh, nggak ada foto saya ya? *kemudian balik lagi ke Mahameru cuman buat foto2*

    BalasHapus
  2. Mauren....it is gorgeous writings. I love both photos and article. Good job, dear...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaaaaaaaaak.. Kak siskaaa, makasihh :'3

      Hapus
  3. Balasan
    1. gimana ya rasanya bawa perut gede ke mahameru? eheeem.. *ngilang*

      Hapus
  4. Balasan
    1. kak anno kapan kesana? jualan sate klatak di mahameru yuk :'3

      Hapus
  5. aaaaaa :) seru banget kamu udah sampe mahameru :)
    kerenn bangett :D
    jadi berapa lama perjalanan dari Arcopodo sampe mahamerunya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekitar delapan setengah jam, yang normal 5-6 jam udah sampai kak Meidi :))

      Hapus
  6. wahaaaaa keplak moyen
    marapi pengen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. weekend kemaren gagal ke merapi juga gegara kondangan, dan keknya bakalan gagal ke prau juga gegara kondangan. ish, sebel :( *mainan pasir sama slam*

      Hapus
  7. Mau ke sana, bareng dong :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum tau kesana lagi kapan mas :)

      Hapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')