Kamis, 18 Juli 2013

Elo Progo Art House, Romantisme Pertemuan Dua Sungai

eloprogo art house, magelang.

Hujan semalam menyisakan banyak kubangan lumpur pada jalan setapak yang kami lalui. Tanah becek, rerumputan yang masih basah, gemericik air sungai disamping bangunan, hembusan angin malam. Mereka berkolaborasi menjadi sebuah melodi yang indah. Malam itu saya tidak melihat lihat terlalu banyak. Selepas melepas ransel dari punggung yang mulai kesakitan, tidur adalah pilihan yang tepat.

Elo Progo Art House, terletak Dusun Bejen, Desa Wanurejo, Magelang. Sekitar 3 kilometer dari area Candi Borobudur. Diberi nama Elo Progo karena berada tepat di pinggir pertemuan antara Sungai Elo dan Sungai Progo yang masing - masing mengalir dari Gunung Merbabu dan Gunung Sumbing. Elo Progo Art House merupakan galeri kesenian milik Soni Arya Santoso, dibangun diatas tanah seluas dua hektar yang penuh dengan rindangnya pepohonan dan nuansa jawa klasik.

Saya sendiri mendapat info dari Couchsurfing bahwa dipersilahkan untuk menginap di Art House jika tidak mendapat penginapan di malam perayaan waisak beberapa waktu lalu. Dan memutuskan untuk bermalam disana bersama para backpaker lain dari berbagai kota. Mendapat teman baru? Pastinya :)

ini pelaminan.
tersisa dari upacara pernikahan sehari sebelumnya. unik!



Pagi itu kami diajak berkeliling Art House oleh Ervin, tuan rumah yang mewakili Bapak Soni empunya Art House. Selepas subuh tiba, kita bisa menikmati matahari terbait dari depan mushola dibagian depan art house. Menurut saya disana adalah lokasi yang pas untuk menyaksikan semburat langit berwarna jingga dari balik Gunung Merbabu di seberang sungai. Ini nggak kalah seru dengan lansekap dari perbukitan di dekat rumah saya.



kamar mandi tanpa atap.

gazebo ini juga disewakan,


bercengkrama dengan alam



berkemah juga bisa menjadi pilihan, tanah disini sangat lapang.

gazebo yang juga digunakan untuk para backpaker bermalam


Lalu kami diajak berkeliling galeri yang berada dibangian belakang art house. Galeri ini sangat luas, didalamnya terdapat berbagai macam lukisan karya Pak Soni yang mempunyai ciri khas berupa lukisan berrelief candi. Galeri ini pula yang manjadi tempat bermalam para backpaker. Tidur dengan alas seadanya, beberapa membawa sleeping bag, beberapa beralaskan tikar, dan beberapa tidur beralaskan kursi - kursi panjang yang membujur di sudut - sudut galeri. Suasana ini mengingatkan saya ketika pendadaran Himpunan Mahasiswa dan Komunitas Open Source di kampus dulu. Haha



Galeri ini juga sering digunakan untuk pameran lukisan dari berbagai komunitas dan instasi lain. Kalau sedang nggak ada acara, nggak ada HTM buat menilik kemari. Di belakangnya, terdapat tanah lapang yang cukup luas, sebuah panggung sederhana yang biasa digunakan untuk acara pementasan kesenian tertanam pada tanahnya. Di salah satu sudutnya terdapat bangku - bangku bebatuan dimana biasa orang duduk disana untuk menikmati pertemuan dua arus sungai besar di Magelang. Romantisme alam yang cukup nyeeees di hati, hahaha. Selain sepi, rasanya kepingan - kepingan damai itu kececer disetiap jengkal tanah disini. Udara yang segar, gemericik air sungai, kicauan burung diujung pepohonan, teman - teman baru yang sangat ramah, ditemani beberapa cangkir teh manis hangat dari tuan rumah. Saya ingin mengulang kembali moment kala itu :')

ini dia, titik pertemuan dua sungai besar itu. elo dan progo.


kami baru saja saling kenal, tp sudah begitu akrab pagi itu :')

Tidak hanya arsitektur bangunannya yang unik, teman - teman baru yang saya temui dimana kebanyakan adalah seniman adalah sangat unik dan ramah. Beneran saya ngerasa nyaman tinggal disini walau baru satu malam saja. Kami banyak bercerita, tentang segala hal. Bermain tebak umur, membuat lelucon, dan tertawa bersama pagi itu. Sayangnya, mau tidak mau sebelum siang tiba saya harus meninggalkan tempat ini. Kapan - kapan kita balik lagi kesini, ya? Ya? *ngomong sama kaca*

"Hati - hati ya. Thanks sudah mampir, jangan lupa ajak temen - temennya buat main kesini..", kalimat perpisahan dari Ervin menjelang siang itu. Yak, siapa yang mau kesanaaa? Saya ikutan! :))

Foto lain bisa ada di picasa saya.

4 komentar:

  1. Unik banget tempatnya kak :)

    yang paling aku suka tempat pelaminan itu, sederhana yet lain dari yang lain :)

    eh kamar mandi yg tanpa atap itu juga unik, itu berfungsi kan yah? lalu kalo lagi ujan apa kabar? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehee.. kalau lagi hujan, ya mandi sambil hujan2 :p
      atau bawa payung kali ya? kwakwa

      Hapus
  2. bejen???
    huuu pengen kesana"""

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')