Kamis, 29 Agustus 2013

Jogja, Sampai Bertemu Lagi

suatu senja di nol kilometer yogyakarta

Sudah tiba saatnya, Jogja menjadi kota yang berada di ujung persimpangan. Dimana kamu harus berjalan menuju persimpangan selanjutnya.

Seorang pernah berkata, "kamu hanya butuh keberanian untuk menentukan apakah kamu akan tetap setia pada Jogja mu, atau memilih memperluas zona nyaman dengan berjalan lebih banyak di luar sana nduk.."

***
Malam itu saya tertegun. Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel saya, memberitahukan bahwa saya diperbolehkan untuk segera membereskan segala sesuatunya sebelum benar - benar meninggalkan segala kekacauan yang saya buat disini, di Jogja. Tak pernah terpikir akan secepat ini saya akan berpisah dengan zona nyaman saya disini. Namun bagaimana pun, kapal yang saya tumpangi harus tetap berlayar. Bahkan dalam badai dan gelombang tinggi pun.. *halah, ini lebay :p*

Sejujurnya, berat hati saya harus berpisah dengan segala kekacauan ini. Keputusan sudah dibuat, dan saya yakin tidak perlu menyesalinya sedikit pun karena saya percaya, Tuhan punya jalan lain yang lebih baik untuk saya di depan sana walau saya tidak bisa mengintip sedikit pun kemana jalan itu berujung.

Ada yang melontarkan pernyataan bahwasannya saya kurang bersyukur. Sudah mempunyai pekerjaan, tempat yang nyaman, teman yang banyak, segala fasilitas ada, namun memilih untuk keluar, memulai kembali segala sesuatunya dari hal terkecil. Sedangkan ditempat lain masih banyak teman yang masih sibuk mencari kemapanan.

Sungguh bukan begitu.. Saya sangat bersyukur sudah diberi kesempatan untuk menjamah dua tahun disini, berbagi dan mendapatkan banyak hal positif dalam lingkaran kenyamanan ini. Namun, memang sudah saatnya saya berjalan lebih banyak lagi. Banyak hal baru menanti saya ditempat yang baru nanti. Entah di rumah, entah di kota lain, entah seberang laut atau samudra, saya sendiri belum mengetahuinya sekarang. Doanya yaa semoga selalu diberi yang terbaik sama Allah :')

***

Jogja pagi ini cerah sekali. Warna jingga menghiasi bilik timur cakrawala, disusul langit yang semakin membiru ceria. Menghangatkan hati saya yang masih saja sendu. Terimakasih yaa sudah mau menemani hampir dua tahun ini. Jogja, sampai bertemu lagi.. Akan sangat merindukanmu,


dencit roda kereta api di stasiun lempuyangan

bangku panjang di sudut benteng vandeburg

langit jingga kala senja di landas pacu paralayang parangendog

dan keramahan di setiap jengkal tanahmu


***

Dalam hidup tentunya kita dihadapkan dengan banyak pilihan, bahkan memilih untuk tidak memilih pun adalah pilihan. Meninggalkan zona nyaman? Tidak. Saya sungguh tidak akan meninggalkannya..

*Akhirnya move on juga, thanks Nda :')

7 komentar:

  1. sampai bertemu dengan zona nyaman yang lain moyenn..

    BalasHapus
  2. ahhh, akupun sering merasakan hal yg sama :(
    kadang zona nyaman ini terlalu membuat kita terlena dan menutup mata untuk petualangan lebih seru di depan sana :( *tapi masih ga berani keluar dari zona nyaman nih*

    BalasHapus
  3. selagi masih muda, carilah zona nyaman senyaman2nya.... :)

    BalasHapus
  4. sempre bem sucedido em uma carreira amiga ;)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')