Rabu, 18 September 2013

Kamu Kalau Naik Gunung Makan Apa?


"Terus kalau kamu naik gunung, makan apa disana? Makan rumput sama daun - daunan gitu? Atau binatang hasil tangkepan?"
"... ... ... enggg. Ya enggaklaaaaah..", sampe bingung gimana jawabnya. *sigh*

Seorang teman perempuan pernah bertanya, kalau lagi di gunung saya makan apa. Apa iya kayak di filem - filem gitu yang bener - bener makan seadanya. Makan dari hasil tangkapan di hutan seperti ular, babi hutan, kadal dan daun - daunan yang bisa dimakan. Mungkin dalam benaknya, di gunung itu masuk ke dalam hutan, rimba, atau sejenisnya yang sama sekali nggak ada makanan layak makan. Padahal sebenarnya nggak segitunya juga. Kecuali kalau bener - bener dalam keadaan darurat, baru survival.

Saya dan kawan - kawan selalu membawa perbekalan untuk makan selama kami di perjalanan. Perbekalan itu nggak melulu selalu makanan cepat saji seperti mie instan, sarden, kornet, ataupun roti. Seorang kawan pernah berkata, 'udah jalan jauh, bawa barang banyak, masak makannya gitu - gitu aja?'. Mungkin berawal dari situ, jadi kalau melakukan perjalanan yang membutuhkan perbekalan, bawannya kadang nggak tanggung - tanggung. Seperti waktu di Semeru misalnya, menurut saya makanan kami waktu itu wah banget. Wah-nya sih lebih karena kok hampir semua isi kulkas dibawa? Mulai dari bumbu yang serba komplit, sayur - mayur di packing sedemikian rupa agar tidak busuk selama tiga hingga empat hari, sampai lauk pauk dari tempe, telur, sampai ikan asin pun ada. Cuman tetep aja kalau males ribet ya yang serba instan itu jadi pilihan.

Makan malam di Merapi, nasi putih sama ayam goreng disuwir - suwir sama ditaburin jajanan Lays. Udah. Tiga bungkus nasi buat berdelapan, tapi tetep aja enak. Soalnya nggak ada makanan lain selain itu.


Atau yang di Merbabu ini sedikit niat lagi. Masaknya pun di dalem tenda karena badai hebat. Tumis kangkung gobal gabul untuk makan malam, sama sup makaroni gagal total untuk sarapan. Ya habisnya mau bikin sup makaroni, dicampur taoge sama orak - arik telur. Rasanya? Kalau dibilang nggak enak sih nggak juga, nyatanya makanan nggak jelas gini tetep aja habis nggak kesisa masuk perut saya. Wahahahaa



Kalau di Semeru, kayak yang saya bilang tadi. Makanan berlimpah ruah. Pulangnya masih bawa makanan yang kesisa lagi, beras lah, mie instan lah, banyak yang nggak kemakan.




foto : piknik alam

Nah, ini yang terakhir kemaren. Saya sih nggak masak - masak, soalnya makan tidur numpang di rumah Biyung. Malemnya ikut +masas dani dkk bakar dan makan ayam bakar di tendanya. Baru siangnya saya keluarin menu spesial pas mau pulang. Rujak! Gegara saya nggelar matrasnya dipinggir jalan, terus payungan (itu payungnya nggak ke foto karena nyantol diatas pohon kopi) sempet dikira jualan rujak beneran sama mbak - mbak yang lewat. Eh doi mau beli, lima ribu aja katanya :|


Makanan yang saya bawa rata - rata mengandung kalori yang cukup, dan sebisa mungkin tetap ada sayur dan buah di dalamnya. Biasanya juga membawa beberapa makanan ringan seperti roti, ciki, coklat, dan permen. Untuk minum, selain air mineral biasa saya biasa menyisipkan susu atau kacang hijau kotak dalam ransel, juga minuman suplemen untuk menambah ion tubuh dan minuman yang mengandung banyak vitamin C. Nah, kalau kamu, makanan apa saja yang kamu konsumsi ketika naik gunung? Rumput? (--,)

13 komentar:

  1. Makannya enak-enak sis jadi pengen ikut nimbrung

    BalasHapus
  2. wihihi ngakak pas bagian "Gegara saya nggelar matrasnya dipinggir jalan, terus payungan (itu payungnya nggak ke foto karena nyantol diatas pohon kopi) sempet dikira jualan rujak beneran sama mbak - mbak yang lewat. Eh doi mau beli, lima ribu aja katanya :|"

    kalo saya paling bingung pas ditanyain temen2 cewek. Kalo di gunung buang air kecil gimana" heaaa

    BalasHapus
  3. Salam Blogger

    Salam kenal

    tips asik bin aneh ne untuk naik gunung,,,tapi baki kita2 yang cewek2 pantas2 aja isi dalam kulkas dibawa semua hehe :)

    BalasHapus
  4. embaknya beli rujaknya 3ribu aja ya #ngacir

    BalasHapus
  5. jangan lupa bungkus plastiknya dibawa pulang eaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah itu selalu, dibakar disana pun nggak pernah :))

      Hapus
  6. kumplit banget bekalnya! :D

    BalasHapus
  7. Makan dedaunan itu pasti, kan sayuran juga dari daqun-daunan :D
    Btw, kalau dilihat kok makanannya malah lebih komplit dari anak kosan? :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kita kan enggak ngekost kakak aston :p~

      Hapus
  8. liat potonya jadi laper :3

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')