Kamis, 05 September 2013

Mencumbu Matahari Terbit di Puncak Gunung Prau

tampak Merbabu dan Merapi jauh disana,

Gunung seribu bukit, begitu kebanyakan orang menyebutnya. Sedikit asing di telinga, bahkan sepertinya tak banyak yang tau bahwa golden sunrise Puncak Gunung Prau tak kalah menarik dengan golden sunrise di Puncak Sikunir yang tersohor itu. Terletak pada ketinggian 2565 mdpl, atau sekitar 700 meter vertikal dari pemukiman penduduk setempat. Berbentuk deretan pegunungan berbukit - bukit dan memanjang, menjadi titik pertemuan antara Wonosobo, Banjarnegara, Kendal, dan Batang. Jika beruntung kita bisa menikmati hamparan sabana bunga daisy yang membentang luas pada bukit teletubiesnya, membentuk taman bunga yang menawan.


Untuk menuju puncak Gunung Prau ada beberapa jalur yang bisa di lewati. Beberapa hari lalu, saya dan teman - teman Pikniker Solo (Senna, Ayad, Bambang, Danang, Hari, Chintya, Niyas, dan Deta) menjajal jalur dari Desa Patak Banteng, Wonosobo. Perjalanan kurang lebih hanya 2 jam, dengan trek yang lumayan menantang. Hanya ada sedikit bonus jalan landai, sisanya tanjakan tajam hingga puncak. Buat saya ini cukup melelahkan, bahkan rasanya lebih lelah dari kapan itu saya ke Semeru. Maklum, saya kan masuk dalam kategori ‘pecel lele’ : pendaki cepat lemah letih dan letoy, huahhahaha :p

***

Malam saya lewati hanya dengan tidur di dalam tenda. Sepanjang perjalanan pendakian saya merasa sangat mengantuk dan lelah karena seharian berkeliling Dieng. Belum lagi kondisi cuaca yang sangat amat dingin, mencapai 6 derajat celcius membuat saya enggan jauh dari hangatnya sleeping bag. Angin membawa kabut tebal bertiup sangat kencang ketika kami tiba di area campsite yang sudah penuh dengan warna – warni tenda, suara genjrengan gitar, dan canda tawa pengusir udara dingin.

Sempat kebingungan akan mendirikan tenda dimana, karena tanah begitu lapang, hampir tidak ada pepohonan besar yang bisa dijadikan pelindung dari badai yang bisa saja merobohkan tenda kami. Akhirnya bertemulah kami dengan Sinyo JAT (Jajar Advanture Team) secara tidak sengaja, dan kami nyempil mendirikan tenda diantara tenda – tenda yang milik Sinyo dan kawan – kawannya.

suasana di puncak Gn. Prau saat menanti matahari terbit  1 September 2013
Foto : Ayad

Paginya, keributan cukup besar membangunkan kami yang sedang terlelap di dalam tenda. Rupa – rupanya ada sekumpulan pendaki yang berteriak histeris seperti orang kesurupan, entah apa tujuannya. Tak sedikit pendaki lain pula yang kemudian menyoraki dan mencibir pendaki yang berteriak – riak tadi. Suasana sangat ramai menjelang subuh, teriak balas teriak pun terjadi.

Namun, keributan itu justru mengantarkan langkah kaki saya ke sisi timur bukit. Di ujung cakrawala sana terlihat garis jingga membelah langit utara ke selatan. Lautan awan pecah ketika puncak gunung seperti Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu mulai bersembulan diantaranya. Inilah Prau dengan golden sunrisenya.

Terlihat gurat senyum dan keceriaan tumpah ruah disana. Membaur dengan awan yang menggulung – gulung di bawah kaki. Sindoro – Sumbing juga Merapi – Merbabu yang berdiri tegap di depan, mengisyaratkan romantisme akan kebersamaan yang tak kan habis hingga ujung waktu nanti. Ahh, selamat datang pada September ceria!

Senna. Foto : Doc. Senna

you and me :")

matahari telur ceplok!

Note : Selalu ingat safety first. Kondisi di puncak Gunung Prau sangat lapang, dan sedikit tempat berpohon untuk berlindung ketika badai tiba. Selalu persiapkan gear dengan matang. Dan, please kalau pada berak itu dikubur. Nggak jauh beda dengan Ranu Kumbolo yang banyak ranjau (--,)

9 komentar:

  1. Jawara foto siluetnya :D
    Ijin ninggalin jejak ya gan.. http://ankaranarenva.wordpress.com/category/trip-story/

    BalasHapus
    Balasan
    1. ferdik, mau dong dianterin ke ijen. huahhaa :))

      Hapus
  2. aih masa iya banyak ranjau, lebih2 dari pd kucing dong x_x, foto siluetnya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, iya. banyak ranjaunya. padahal kucing aja kalau berak dikubur gitu :p

      Hapus
  3. wah..saya juga termasuk golonan pecel lele :))..


    foto langit sunrise nya.... siluetnya...syahduww kuereeeen.

    BalasHapus
  4. huwaa cakeeeppp bener maurennnn foto sunriseee nya <3

    itu pendakinya ga belajar hiking 101 kali *emang ada mei* masa ga dikubur gitu *mereka disuruh nonton film UP dulu aja :D* *Russel aja tauuu*

    BalasHapus
  5. KEREN BANGET FOTONYA!! :o

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')