Sabtu, 22 Februari 2014

Noeris Cafe: Pelestarian Budaya Lewat sebuah Cafe


Dibangun atas kesadaran pelestarian budaya Kota Lama Semarang, Noeri's Cafe mengajak kita kembali merasakan nuansa Kolonial Belanda. Cafe yang belum genap berumur satu tahun ini memang sengaja dibangun di kawasan Kota Lama Semarang, terletak dibelakang Gereja Blenduk. Kalau hujan tiba, sudah pasti banjir menerjang. Nggak jarang satu hingga dua minggu cafe ini tutup lapak karenanya.





Kesan pertama ketika saya memasuki cafe ini adalah: jadul. Iya, arsitektur dan dekorasi interiornya sengaja dipilih yang nuansanya khas tempo doloe; barang-barang yang sudah usang, terlihat kuno dan antik. Tapi justru dari situ nuansa kolonial terasa lebih kental.

Piringan hitam, radio kuno yang ukurannya masih sebesar televisi tabung, hingga sepeda onthel berbentuk vespa yang dulu adalah mainan anak-anak londo berjajar cantik menghias interior cafe.

Noeris memang sengaja dijadikan tujuan wisata kuliner oleh pemiliknya. Katanya ketimbang hanya berfungsi sebagai gudang dan showroom barang antik, kenapa enggak dijadikan Cafe sekalian yang bisa dikunjungi lebih banyak orang? Tentunya akan lebih mengedukasi orang yang datang untuk lebih mencintai budaya, apalagi Kota Lama Semarang yang mulai terpinggirkan.








Satu spot yang paling saya suka: almari yang penuh dengan kamera kuno. Oh, iya saya melihat satu kamera bertuliskan Leica disana. Masih lengkap dengan leather case berwarna coklat muda yang usang dan terkena noda tanah. *gelundungan jingkrak-jingkrak!*

Soal food and baverages saya rasa standart seperti cafe - cafe lain, dari segi menu dan harga. Tapi sejujurnya kurang begitu cocok di lidah dan kantong saya sih. Haha! *digampar*

--
NOERI'S CAFE – SEMARANG
Jalan Nuri No. 6, Komplek Kota Lama, Semarang

1 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar :')